Di Desa Linxi, siang itu suasana sudah menjadi normal seperti semula, sebagian penduduk yang tidak memiliki kemampuan kultivasi bekerja mengelola perkebunan, sebagian berburu binatang di hutan. Para Alchemist muda dari berbagai wilayah yang belajar di desa Linxi terlihat belajar dengan serius di sebuah bangunan mendengarkan para senior mengajarkan teori alchemist.  Para alchemist muda ini biasanya diantar oleh keluarga lalu ditinggalkan selama beberapa bulan untuk berlatih di desa Linxi. Meski kejadian di desa menimbulkan rasa takut, tetapi dengan cepat mereka bisa menenangkan diri. Mereka semua saling bekerja sama untuk menguatkan dan memotivasi. Di beberapa bangunan, para alchemist senior sibuk dengan penyulingan pil, aroma obat-obatan sangat kuat. 

Kepala Desa, Deng Haoran, Siang itu seperti biasa ia baru kembali dari Desa Surya, untuk memastikan penduduk Surya yang masih berada di peti es Keabadian dalam keadaan aman. Dia dengan santai berjalan mengitari desa untuk memeriksa keadaan desanya. 

"Tanaman-tanaman spiritual ini sudah tumbuh subur, beberapa hari lagi aku bisa memetiknya dan mengirim ke kerajaan." batin Deng Haoran sambil melangkah memperhatikan kegiatan para penduduk. Sesekali dia turun tangan membantu mengajarkan teknik alchemist dan mengingatkan penduduk cara mengelola tanaman spiritual. 

Dia menghela napas lega melihat wajah-wajah para penduduk Linxi. "Syukurlah para penduduk sudah melupakan kejadian yang menimpa mereka. Sejak membantu meneliti para penduduk Surya, aku menjadi jarang berkeliling menyapa para penduduk."

"Kepala Desa, aku khawatir pada anakku Ou Ruoyun. Seharusnya aku ikut dengannya mencari Bao Zhihui," kata seorang wanita yang menghentikan langkah Deng Haoran menuju rumahnya. Matanya merah, menahan air mata.

"Ou Ruolan, anakmu baru sehari pergi. Dia sudah dewasa, biarkan dia berpetualang. Ini satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka batinnya," jawab Deng Haoran lembut, berusaha menenangkan. Baginya, kepergian Ou Ruoyan bersama Lynx dan Leena adalah pilihan terbaik.

